Bali No.1 Nursing Info & Education

AIDS

December 11, 2008 · Leave a Comment

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang menurunkan kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia.[5] Pada Januari 2006, UNAIDS bekerjasama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia mereka. Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.
Hukuman sosial bagi penderita yang terkena HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Terkadang hukuman sosial tersebut juga turut mengenai petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

DBD SERING DIKELIRUKAN PENYAKIT LAIN

December 11, 2008 · Leave a Comment

Memasuki musim penghujan ini, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mengganas
dimana-mana. Kecemasan orangtua semakin luar biasa, bila saat ini anaknya mengalami
demam apa pun penyebabnya. Pikiran pertama yang muncul di kepala adalah apakah anak
saya menderita demam berdarah dengue (DBD)? DBD adalah penyakit infeksi yang
demikian ganas. Bila terlambat ditangani, dalam beberapa hari bahkan dalam hitungan
jam kondisi anak bisa masuk dalam keadaan kritis.
Adakalanya seorang penderita DBD terlambat dalam penegakan diagnosis. Saat hari
pertama demam didiagnosis dokter sebagai infeksi tenggorokan, kemudian hari
berikutnya berubah diagnosisnya menjadi penyakit campak. Saat hari ke 3, setelah
dilakukan pemeriksaan laboratorium ditambah diagnosis gejala tifus. Baru saat hari
ke 4 dan ke 5 keadaan memburuk dan meninggal, ternyata diagnosis penyebab
kematiannya adalah DBD.
Masyarakat awam, bahkan seorang dokter berpengalaman sekaliber profesorpun kadang
sulit mendeteksi lebih awal diagnosis DBD ini. Gejala DBD amat luas, hampir semua
infeksi akut pada awal penyakitnya menyerupai DBD. Sehingga saat awal penyakit, DBD
seringkali dikelirukan dengan penyakit laiunnya. Gejala khas seperti perdarahan pada
kulit atau tanda perdarahan lainnya kadang terjadi hanya di akhir periode penyakit.
Tragisnya bila penyakit ini terlambat didiagnosis, maka kondisi penderita sulit
diselamatkan. Untuk menghindari keterlambatan diagnosis DBD, mungkin perlu diketahui
penyakit apa sajakah yang menyerupai DBD ?
Demam Berdarah Dengue
Virus dengue penyebab DBD termasuk famili Flaviviridae, yang berukuran kecil sekali,
yaitu 35-45 nm. Manifestasi klinisnya ditandai gejala-gejala klinik berupa demam,
nyeri pada seluruh tubuh, ruam dan perdarahan. Demam yang terjadi pada infeksi ini
timbulnya mendadak, tinggi (dapat mencapai 39-40 derajat Celcius) dan dapat disertai
dengan menggigil. Pada saat anak mulai panas ini biasanya sudah tidak mau bermain.
Demam ini hanya berlangsung sekitar lima hari. Pada saat demamnya berakhir, sering
kali dalam bentuk turun mendadak dan disertai dengan berkeringat banyak. Saat itu
anak tampak agak loyo. Kadang-kadang dikenal istilah demam biphasik, yaitu demam
yang berlangsung selama beberapa hari itu sempat turun di tengahnya menjadi normal
kemudian naik lagi dan baru turun lagi saat penderita sembuh (gambaran kurva panas
sebagai punggung unta).
Kadang-kadang ruam tersebut hanya timbul pada daerah tangan atau kaki saja sehingga
memberi bentuk spesifik seperti kaos tangan dan kaki. Manifestasi klinis lainya
adalah sakit kepala, nyeri perut, mual, muntah, kadang disertai diare atau sulit
BAB. Gejala lain yang menyertai adalah perfarahan di kulit, hidung atau saluran
cerna.
PENYAKIT YANG MENYERUPAI
Melihat banyaknya tanda dan gejala klinis yang ditimbulkan DBD seringkali terjadi
kekeliruan diagnosis pada awalnya. Pada awal penyakit, infeksi DBD menyerupai
berbagai penyakit bakteri, virus atau infeksi prozoa. Penyakit tersebut meliputi
demam tifoid, campak, influenza, infeksi tenggorokan (faringitis), demam cikungunya,
leptospiros, malaria atau kelaianan darah. Bahkan beberapa kasus DBD sering
dikelirukan dengan infeksi usus buntu.
Demam Tifus
Demam tifus adalah penyakit yang sering dikelirukan dengan DBD. Seringkali
seseorang didiagnosis DBD bersamaan dengan penyakit tifus. Penyebab “pitfall” atau
kekeliruan tersebut adalah kerancuan dalam menginterpretasi hasil pemeriksaan Widal
atau uji laboratorium untuk mendiagnosis demam tifus. Ternyata seringkali pada
penderita hasil pemeriksaan widal juga meningkat, padahal belum tentu mengalami
infeksi tifus. Pemeriksaan widal adalah mendeteksi antibodi atau kekebalan tubuh
terhadap tifus, bukan mendeteksi adanya kuman atau berat ringannya penyakit tifus.
Pada penyakit tifus pemeriksaan widal biasanya meningkat saat minggu ke dua. Bila
saat minggu pertama hasil pemeriksaan widal tinggi maka mungkin harus dicurigai
adanya “false positif”, atau kesalahan hasil positif yang diakibatkan faktor lain.
Ternyata pada pada beberapa penelitian pendahuluan ddidapatkan beberapa penyakit
infeksi virus atau infeksi DBD, dapat meningkatkan reaksi tes widal. Manifestasi ini
sering terjadi pada penderita hipersensitif atau penderita yang sering mengalami
riwayat alergi.
Manifestasi klinis demam tifoid pada anak seringkali tidak khas dan sangat
bervariasi yang sesuai dengan patogenesis demam tifoid. Spektrum klinis demam tifoid
tidak khas dan sangat lebar, dari asimtomatik atau gejala saluran cerna seperti
nyeri mual, muntah, diare dan sulit BAB.Hal ini mempersulit penegakan diagnosis
berdasarkan gambaran klinisnya saja. Perbedaan sederhan dan mudah dilihat adalah
pola kenaikkan demamnya. Pada infeksi virus atau DBD seringkali demam mendadak
tinggi dalam 2 hari awal dan akan menurun pada hari ke 3-5. Sedangkan sebaliknya
pada demam tifus, demam akan semakin meningkat sangat tinggi setelah hari ke 3-5.

Campak.
Penyakit DBD sering mirip dengan penyakit Campak karena timbulnya ruam pada kulit.
Ruam yang terjadi dapat timbul pada saat awal panas yang berupa flushing, yaitu
berupa kemerahan pada daerah muka, leher, dan dada. Ruam juga dapat timbul pada hari
ke-4 sakit berupa bercak-bercak merah kecil seperti bercak pada penyakit campak.
Perbedaan khas yang terjadi, pada DBD biasanya ruang akan berkurang saat hari ke 4
dan ke 5 dan akan menghilang setelah hari ke 6. Sedangkan pada campak, ruam timbul
hari ke 3 setelah itu semakin banyak setelah hari ke 6-7 warna merah berubah menjadi
kehitaman hingga seminggu.
Demam Cikungunya
DBD seringkali mirip dengan infeksi virus yang lain seperti Demam Cikungunya (DC).
Perbedaannya, pada DC beberpa anggota keluarga dapat terseng dengan gejala yang
mirip. Manifestasi DC adalah demam mendadak, masa demam leih pendek, suhu lebih
tinggi, hampir selalu disertai ruam,mata kemerahan dan nyeri sendi.
Apendicitis akut
Terdapat sebuah kasus yang tragis dan memilukan yaitu seorang anak dilakukan operasi
usus buntu (apendiktomi). Ternyata penderita tidak mengalami infeksi usus buntu
(apendicitis akut) tetapi mengalami DBD. Penderita akhirnya meninggal karena
penyakit DBDnya. Ternyata anak yang mempunyai riwayat sering nyeri perut dalam
keadaan sehat, saat mengalami infeksi virus atau DBD timbul gejala nyeri perut yang
sangat berat yang sangat mirip keluhan infeksi usus buntu.
Kelainan darah
Perdarahan pada penyakit DBD seringkali mirip dengan penyakit lain sseperti infeksi
meningitis, sepsis atau kelainan darah ITP (Idiopatic Trombocytopenic Purpura (ITP),
leukimia dan anemia aplastik. Meskipun beberapa penyekit tersebut relatif sangat
jarang terjadi.


MEMASTIKAN DBD
Berbagai pengalaman dan manifestasi klinis penyakit yang menyerupai DBD tersebut
menjadi pelajaran terbaik bagi para klinisi dan masyarakat. Kecermatan dan
ketelitian sangat diperlukan dalam mencurigai penyakit yang mirip DBD.
Manifestasi klinis yang khas pada DBD adalah memperhatikan secara cermat pola
demamnya. Pola demam DBD saat hari pertama dan kedua demam sangat tinggi, hari
ketiga turun disusul hari ke 4-5 demam naik tetapi tidak setinggi.awal demam. Gejala
lain yang khas adalah saat hari ke 3-5 penderita tampak lemas, loyo atau berbaring
dan tidur sepanjang hari. .
Hal paling penting untuk membedakannya adalah adanya pemeriksaan darah yang
menunjukkan trombosit menurun (trombositopenia) dan hematokrit (PCV/HCT) yang
meningkat (hemokonsentrasi). Tetapi repotnya, perubahan hasil laboratorium tersebut
hanya terjadi setelah hari ketiga fase demam. Sebaiknya dalam pemeriksaan darah
dilakukan saat hari ke 3, pada hari pertama dan kedua hasil normal tidak
menyingkirkan adanya DBD. Pemeriksaan widal (untuk mendiagnosis tifus) sebaiknya
dilakukan saat awal minggu kedua. Saat demam minggu pertama bila curiga demam tifus
dapat digunakan IgM Tifoid. Meskipun spesifitas dan sensitifitas pemeriksaan ini
juga belumlah terlalu baik.
Overdiagnosis DBD atau overestimate DBD mungkin lebih baik saat terjadi kenaikkan
angka kejadian DBD seperti musim penghujan ini. Karena keterlambatan diagnosis DBD
akan lebih menyulitkan penanganan dan dapat meningkatkan angka kematian yang lebih
tinggi.

(Sumber: Dari berbagai sumber)

→ Leave a CommentCategories: berita baru

Perawatku = my nurshing

September 5, 2008 · Leave a Comment

Perawat adalah sumber daya kesehatan terdekat dengan masyarakat yang telah dimiliki pemerintah yang terlupakan untuk dilibatkan lebih besar dalam mengatasi problematika kesehatan masyarakat. Sebenarnya, hanya memerlukan stimulus sederhana saja untuk menggerakan mesin yang selama ini idle dibanding dengan menyediakan mesin kesehatan primer baru yang berbiaya mahal. Upaya yang mestinya dilakukan adalah memberikan kewenangan dan perlindungan hukum yang kuat agar perawat bisa menjadi pilar pelayanan kesehatan primer di masyarakat. Melalui peraturan atau undang-undang, kewenangan dan perlindungan diberikan kepada perawat perawat yang kompeten untuk bertanggungjawab di lini depan pelayanan kesehatan dasar (primer) yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat luas. Menjadikan perawat yang saat ini ada untuk dapat tampil maksimal di masyarakat tidaklah sulit dan mahal. Melalui kerjasama dengan pemerintah daerah, LSM dan organisasi profesi dengan jaringan yang luas serta dukungan perawat yang saat ini sangat tinggi, sistem registrasi, sertifikasi dan lisensi sebagai proses profesionalisasi perawat akan berjalan dengan baik. Dalam waktu singkat, perawat profesional akan menyebar keseluruh pelosok negeri untuk memberikan jaminan pelayanan praktik yang berkualitas sebagai hak asasi manusia. Kapan ya ???

→ Leave a CommentCategories: berita baru

Campak

September 4, 2008 · Leave a Comment

 

Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.

Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini. Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: Info Penyakit
Tagged: ,

Keracunan

September 3, 2008 · Comments Off

Keracunan Bahan Kimia

Keracunan zat-zat kimia pada tubuh manusia dapat membahayakan kelangsungan hidup. Bahan kimia beracun tersebut akan merusak jaringan tubuh terpenting sehingga menggangu atau bahkan menghentikan fungsinya. Beberapa jaringan tubuh yang rentan terhadap keracunan diantaranya kulit, susunan syaraf, sumsum tulang, ginjal, hati, dan alat-alat pencernaan. Jika organ tersebut terganggu, terjadilah penurunan tingkat kesehatan yang akan membahayakan jiwa manusia, terutama bila pertolongan terlambat diberikan.

Keracunan dapat terjadi akibat tertelannya bahan kimia dalam saluran pencernaan. Untuk bahan kimia berupa gas, saluran pernafasan merupakan jalan masuk utama ke dalam tubuh seseorang. Bahan beracun dapat pula diserap melalui kulit atau langsung merusak jaringan kulit apabila terjadi persinggungan dengannya. Selaput lendir (mukosa) mata juga dapat menjadi salah satu tempat masuknya bahan kimia yang kemudian meracuni jaringan setempat. Keep reading →

Comments OffCategories: Info Penyakit
Tagged: ,

Hallo Perawat Bali…

September 3, 2008 · Leave a Comment

Selain nilai, kepribadian yang baik sangat dibutuhkan dalam profesi perawat. Jika Anda ingin memperoleh klien dengan kualitas baik dan menjanjikan, sudah pasti Anda harus disukai mereka. Kepribadian yang baik, sangat mudah beradaptasi dan matang dalam pergaulan. Tetapkan diri Anda untuk memilki kepribadian baik. Tolok ukur kepribadian, biasanya diamati dari etiket dan sopan santun dalam pergaulan. Maka dari itu latihlah diri Anda dengan baik untuk itu.

Ayo para perawat Bali, jangan cuma mengeluh, siapkan masa depan Anda mulai saat ini dimanapun anda berada….. lihat peluang di depan mata ………..

Kalau Anda di Bali ragu akan lapangan kerja mengapa bingung?? Bagaimana kalau kerja di luar negeri? Kenyataan …memang perawat sangat dibutuhkan di LN dan gajinya lumayan sekitar $ 40.000 sampai $ 55.000. Kebutuhan tenaga Perawat di negara maju seperti: Amerika, Canada, Eropa, Australia, Jepang dan Timur Tengah melonjak dengan drastis sejak tahun 1980. Apalagi ditahun 2020 untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di Amerika, diprediksi untuk seluruh negara maju kebutuhan Perawat diperkirakan mencapai 1 juta Perawat Pada tahun 2020 ………woww…

Dua penyebab utama meningkatnya kebutuhan tenaga Perawat adalah penuaan penduduk dinegara maju, pertama karena meningkatnya usia maka kebutuhan pelayanan kesehatan juga akan meningkat, yang artinya meningkatnya kebutuhan Perawat. Kedua, menurunnya supply tenaga perawat dinegara maju tersebut karena generasi muda dinegara maju tersebut lebih suka menggeluti dunia bisnis, IT atau komunikasi dan tidak berminat untuk menjadi Perawat lagi. Penyebab lain meningkatnya kebutuhan tenaga keperawatan ialah bencana alam/ kerusuhan yang terjadi di beberapa tempat di dunia, seperti peledakan bom di World Trade Center, peledakan bom di Saudi Arabia, bencana alam Tsunami, Katrina, dan semua kerusuhan/ bencana ini akan meningkatkan kebutuhan tenaga keperawatan.

Kebutuhan perawat ini dipenuhi oleh Perawat dari negara berkembang yang mempunyai tenaga keperawatan yang sesuai dengan standar dunia.

Praktik keperawatan mandiri merupakan tren keperawatan di Indonesia beberapa tahun yang akan datang, so…. kalau Anda memilih sekolah keperwatan, pilihlah sekolah yang mendukung tren tersebut. Untuk di Bali Calon Perawat wajib kunjungi sekolah perawat yaitu…..Welcome to jurkep-poltekkesdenpasar.com.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized
Tagged:

Demam Berdarah

September 3, 2008 · Leave a Comment

Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya deman secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan — pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke Dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut. Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized
Tagged: ,