Bali No.1 Nursing Info & Education

Penyakit Pembesaran Kelenjar Prostat

March 28, 2009 · Leave a Comment

Sering terganggu tidurnya akibat masalah Buang Air Kecil yang tidak lancar alias tersendat-sendat? Kalau pernah, itulah dinamakan gejala pembesaran kelenjar prostat.

Kelejar prostat adalah salah satu organ kelamin pria yang terletak di bawah kandung kemih dan membungkus saluran kemih yang terakhir (uretra pars prostatika). Organ ini akan membuntu saluran tersebut dan menyebabkan terhambatnya aliran urine yang keluar dari kandung kemih. Bentuknya sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar kelamin yang penting bagi seorang pria yang berperan dalam produksi senyawaan yang penting pada pembentukan cairan semen.

Pembesaran prostat ini merupakan proses alamiah yang terjadi pada laki-laki sesuai pertambahan usia akibat bertambahnya sel kelenjar prostat. Penyebab membesarnya prostat sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa proses ini erat kaitannya dengan kadar hormonal dan proses penuaan. Akibat gangguan hormonal yaitu dengan bertambah tuanya seorang pria maka kadar hormon seks pria (androgen) seperti testosteron menjadi berkurang, sedangkan hormon seks wanita berupa estrogen yang dalam keadaan normal didapati dalam jumlah sangat sedikit, sedangkan pada pria menjadi meningkat. Gejala digolongkan menjadi dua yaitu gejala obstruktif (pembuntuan) dan gejala iritatif (iritasi). Gejala obstruktif meliputi hesitancy (menunggu untuk memulai kencing), pancaran kencing lemah, pancaran kencing terputus-putus, tidak puas saat selesai berkemih, rasa ingin kencing lagi sesudah kencing dan keluarnya sisa kencing/tetesan urine pada akhir berkemih (terminal dribbling). Yang termasuk gejala iritatif adalah frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering), terbangun di tengah malam karena sering kencing, sulit menahan kencing, dan rasa sakit waktu kencing. Terkadang bisa juga terjadi hematuria (kencing berdarah). Pada umumnya, penderita menunjukkan gejala-gejala yang merupakan gabungan dari gejala akibat penyumbatan dan iritasi, walaupun sering hanya satu atau dua gejala yang menonjol.

Berikut beberapa pilihan terapi pada pasien:

1. Observasi: Bagi penderita yang tanpa keluhan sampai keluhan ringan

2. Obat-obatan: Ada obat yang berfungsi mengurangi hambatan di leher kandung kemih sehingga bisa memperlancar saat berkemih, ada obat yang berfungsi mengurangi volume prostat yang obat tersebut bekerja secara hormonal. Selain kedua jenis obat tersebut, ada juga terapi dengan fitotherapy/ jamu-jamuan yang mekanismenya belum jelas.

3. Operasi: Ini ditujukan bagi penderita BPH yang sudah menimbulkan penyulit tertentu seperti batu saluran kemih, kencing berdarah, infeksi saluran kemih atau setelah mendapatkan terapi obat-obatan tidak menunjukkan perbaikan

4. Operasi invasif minimal: Tindakan operasi yang minimal yang ditujukan bagi pasien yang mempunyai risiko tinggi pembedahan.

Categories: Info Penyakit
Tagged:

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment