Bali No.1 Nursing Info & Education

Nyeri Ulu Hati

January 1, 2009 · Leave a Comment

Diasuh oleh tim dokter RS Mediros


Tanya:
Saya seorang berumur 37 tahun. Sekitar tiga atau empat minggu yang lalu perut saya terasa sakit terutama di daerah ulu hati, disertai mual-mual dan muntah-muntah. Rasa sakit makin lama makin bertambah dan menjalar ke perut kanan dan sampai ke punggung. saya belum pernah sakit maag, dan saya mengira saya menderita sakit maag. Saya minum obat maag yang saya beli bebas di apotik supaya sakit berkurang, tapi ternyata rasa sakitnya tidak kunjung hilang akhirnya saya dibawa ke rumah sakit dan dianjurkan untuk dirawat karena sakitnya makin hebat. Saya menjalani pemeriksaan laboratorium, rontgen, juga USG. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyimpulkan saya menderita penyakit Pankreatitis.

Pertanyaan saya :
Apakah penyakit Pankreatitis berbahaya?
Apa saja yang bisa menimbulkan penyakit pankreatitis?
Apakah saya perlu operasi?
Apakah ada hubungannya dengan penyakit gula?

Ny. Dewi, Denpasar

Jawab:
Pertama-tama sebelum menjawab, karena tidak ada informasi, saya perkirakan Anda sedang dalam proses penyembuhan dan mungkin telah keluar dari perawatan rumah sakit, sedang menjalani istirahat di rumah. Sebab kalau tidak, mungkin keadaan Anda sedang parah-parahnya.
Pankreas sering disebut sebagai kelenjar ludah perut berbentuk agak panjang, pipih, terletak horizontal di belakang lambung. Bagian kepala dari pankreas menyandar pada bagian usus yang lebih kecil sesudah lambung (duodenum) dan bagian ekornya mencapai limpa.
Pankreatitis adalah suatu peradangan yang disertai rasa nyeri yang cukup hebat, dan biasanya belum pernah dirasakan sebelumnya. Nyeri di ulu hati ini sering terasa menembus ke punggung, kadang-kadang dapat ke dada. Pasien sering tertipu dengan penyakit ini, oleh karena gejala seperti gastritits akut atau tukak lambung. Bila dicoba berbaring terlentang nyeri akan makin parah, sehingga pasien biasanya tidur „membungkuk” setengah lingkaran seperti janin untuk mengurangi rasa sakitnya. Nyeri ini bisa berlangsung beberapa jam sampai berhari-hari.
Perjalanan penyakit ini sangat bervariasi, sebagian besar bersifat ringan sampai dengan sedang, sekitar 20 persen menunjukkan gejala yang hebat. Pada pankreatitis berat, enzim pancreas, bahan vasoaktif dan bahan toksik lainnya keluar dari saluran pancreas dan masuk ke rongga peritoneum serta ruang-ruang lainnya. Bahan-bahan ini mengakibatkan iritasi kimiawi. Di negara Barat penyakit ini seringkali ditemukan dan berhubungan erat dengan penyalahgunaan alkohol dan penyakit hati-empedu (hepatobilier).
Pankreatitis dibagi dua, yakni pankreatitis akut dan pankreatitis kronik. Pada yang akut selain nyeri, mual – muntah, juga demam, kadang-kadang seperti susah bernafas. Pada pankreatitis akut yang hebat, pasien akan tampak sangat sakit, bisa terjadi perdarahan dalam perut, suatu keadaan yang kritis.
Pada yang kronik peradangan dapat berlangsung sampai bertahun-tahun, pada tahap awal seringkali susah dideteksi, malahan tanpa rasa nyeri. Kadang timbul nyeri yang hilang-timbul (intermiten) ringan sampai dengan sedang. Bila pada yang akut dapat sembuh tanpa komplikasi, maka pankreatitis yang kronik menyebabkan kerusakan kelenjar pankreas yang menetap. Akibatnya fungsi pankreas berkurang, produksi enzim dan hormon berkurang sehingga proses pencernaan terganggu, lemak kurang dapat diserap, berat badan turun. Bila kerusakan mengenai sel-sel yang menghasilkan insulin, maka produksi insulin berkurang sehingga timbul diabetes (kencing manis).

Penyebab
Pankreatitis dapat disebabkan oleh beberapa hal. Peminum berat alkohol, batu empedu yang jatuh dan menyumbat bagian ujung saluran empedu di mana saluran pankreas bergabung, pada pasca bedah, trauma (benturan) tumpul, kelainan struktur pankreas, infeksi bakteri atau virus misalnya penyakit gondongan (parotitis).

Pemeriksaan
Anda didiagnosa pankreatitis berdasarkan gejala-gejala tersebut di atas, kelainan hasil laboratorium antara lain peningkatan enzim (amilase, lipase), sel darah putih yang meningkat, gangguan fungsi hati, gula darah meningkat, kalsium darah yang menurun. Selain itu hasil USG yang sesuai dengan pankreatitis. Bila hasil USG tidak optimal, diperlukan pemeriksaan CTScan. Pada pankreatitis yang kronik, foto rontgen perut (abdomen) bisa terlihat perkapuran-perkapuran di daerah pankreas. Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut di atas, juga dilakukan pemeriksaan rontgen dengan menyemprot kontras ke saluran empedu dan pankreas (ERCP = Endoscopic retrograde cholangiopancreatography).

Komplikasi
Sebagian ( 25 persen) pankreatitis akut dapat mengakibatkan: infeksi: kerusakan pankreas menyebabkan kuman-kuman dari usus masuk menginfeksi pankreas pseudocyst: terbentuk kista („balon”) karena pankreas „melepuh” abses

Pengobatan
Tujuan pengobatan adalah menghentikan proses peradangan. Pada sebagian besar kasus cara konservatif berhasil baik dan pada sebagian kecil memerlukan tindakan bedah.
Terapi konservatif merupakan terapi dasar pada pankreatitis akut: pasien dipuasakan pemberian analgetik kuat, misalnya petidin diberikan nutrisi melalui infus (parenteral)
Pada pankreatitis akut ringan puasa cukup beberapa hari saja sambil memantau gejala klinis dan penurunan enzim pankreas. Bila sudah ada kencing manis dilakukan pengobatan terhadap diabetes.
Operasi atau tindakan pembedahan umumnya tidak dilakukan, kecuali bila penyebabnya adalah batu empedu yang menyumbat, dan tindakan ini bisa mencakup pengangkatan kandung empedu yang mengandung batu.

Pencegahan
Walaupun pankreatitis tidak selalu dapat dicegah, beberapa hal yang perlu diketahui adalah: hindari alkohol, batasi lemak, makan dengan porsi yang lebih kecil, makan karbohidrat yang lebih banyak.

Dr. Erawati
Resident Medical Officer
RS Mediros

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2002/04/1/kes02.html

Categories: Info Penyakit · berita baru
Tagged:

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment